by

Skema Pengurangan PNS Tak Produktif Disiapkan

Skema Pengurangan PNS akan dibahas oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pemerintah kini mengedepankan ASN yang menguasai teknologi informasi (IT).

Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan “Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat,”

kelompok produktif selama masa work from home (WFH) kelebihan beban (overload) karena terpaksa mengerjakan tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh kelompok tidak produktif.

pemerintah kini justru memiliki banyak tenaga kerja yang sebetulnya tidak dibutuhkan, tapi kekurangan tenaga yang dibutuhkan.

Too many, but not enough. Perlu perubahan drastis dalam format kebutuhan kompetensi untuk rekrutmen ke depan,”

pihaknya sedang fokus memperbaiki kinerja PNS mulai dari tahapan rekrutmen, dengan proses dilakukan menggunakan sistem digital.

“Pemerintah akan mendapatkan SDM terpilih yang akan menggerakkan sistem pemerintahan Indonesia, mereka yang terpilih dengan sistem ini, diharapkan bisa menjadi Smart ASN,”

Baca Juga: ASN Wajib Produktif Saat New Normal, Ini Langkah langkahnya

Profil yang dimaksud smart ASN ini, antara lain integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai teknologi informasi, menguasai bahasa asing, memiliki jiwa hospitality, memiliki jiwa wiraswasta, dan memiliki jaringan yang luas.

Dengan begitu, Tjahjo menargetkan pemerintah pada 2024 mendatang bisa mendapatkan SDM yang unggul, berkualitas, dan memiliki integritas.

“Maka kami nanti akan mendapatkan digital talent dan digital leader,”

dan kami  terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk merumuskan ulang sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan era new normal. dan nantinya skema pengurangan pns ini bisa diterapkan secara maksimal

Facebook Comments

PERDANANEWS