by

Penumpang KRL Ditambah Usul Dari Kang Emil

Penumpang KRL Ditambah itu bisa dilakukan selama tidak ada yang positif saat naik kereta.

Kang Emil selaku Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil)  mengatakan  “Stasiun masalahnya karena kapasitas (KRL) dikurangi, maka kepada mereka sisanya itu (yang belum tertampung) harus segera dicarikan solusinya. Kemarin ada bantuan bus, termasuk dari Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta) tapi masih kurang. Sehingga solusinya adalah tes yang naik kereta apakah ada yang positif. Jika tidak ada, kita mengusulkan jumlah kapasitas dalam gerbong bisa lebih padat,”

“Tapi jika ditemukan banyak yang positif, berarti tetap dilakukan seperti ini (pengurangan kapasitas). Mudah-mudahan hasil (tes) tidak banyak yang positif, sehingga Kang Bima sebagai wali kota bisa mengusulkan dalam satu gerbong persentase (penumpang) diperbesar, dan akhirnya nanti penumpang krl ditambah ”

Baca Juga: Pesantren Jawa barat Dibuka Kembali Selama Zona Hijau atau Biru

“Mudah-mudahan keterkendalian Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal bisa pelan-pelan berimbang. Kita tidak mengurangi yang namanya kewaspadaan. Oleh karena itu rapid test juga dilengkapi dengan Mobile PCR. Jadi kalau 10 menit ada yang reaktif, langsung dibawa ke mobil untuk di-swab. Ini akan menguatkan keyakinan Kota Bogor apakah rakyatnya aman dan nyaman dalam proses adaptasi,”

Baca Juga: Dispensasi Perpanjangan SIM STNK Sampai 30 Juni 2020

“PSBB Jabar pun sekarang tidak diperpanjang dalam skala besar, tapi (berdagasarkan) kebijakan kabupaten/kota untuk menjalankan (pembatasan) mikro. Kewaspadaan tetap, tapi tidak diberi judul PSBB proporsional lagi (melainkan) sudah memulai AKB dengan melakukan tes masif,”

 

Facebook Comments

PERDANANEWS