by

Protokol Kesehatan Dilanggar , Siap-siap Diburu Satgas

Protokol Kesehatan Dilanggar, Pemkab Bekasi telah menyiapkan Satgas untuk memburu guna menindak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Baru dibentuk dan sudah mulai bertugas. Tim pemburu ini mencari dan menyisir warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Hendra Gunawan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (25/9).

ada tiga strategi yang dijalankan untuk meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan. “Hunting, stasioner, maupun mobile, itu melibatkan petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP,”

“Tim ini memakai metode hunting (berburu), semua pakai rompi, gunakan mobil dan motor patroli. Misal pagi ke pasar, siang ke mal, terus ke industri. Ada yang tidak gunakan masker langsung berhenti, berkerumun langsung berhenti, dilakukan penindakan dan sosialisasikepada warga,”

Upaya meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan juga dilakukan dengan mengerahkan petugas untuk berkeliling mendatangi titik-titik sasaran operasi. “Ini tiap-tiap polsek ditugaskan bersama koramil dan kecamatan. Pindah-pindah titik operasi yustisinya,”

sebagai informasi

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, awal pelaksanaan oprasi yustisi terdapat 1.417 kasus orang terkonfirmasi positif virus corona. Hingga 24 September kemarin sudah ada 2.332 kasus. Padahal, sehari sebelum pelaksanaan oprasi yustisi terdapat 1.394 kasus

Operasi dilakukan di sejumlah titik seperti Stasiun Tambun, Stasiun Cibitung, Terminal Cikarang, Depan Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur, Pasar Tambun, Pasar H. Malik Warung Bongkok, Pasar Induk Cibitung, Pasar Pamor Cibitung, Pasar Serang, Pasar SGC Cikarang, Taman Sehati, Pasar Tambun., wilayah Cikarang Timur juga beberapa kecamatan yang melakukan operasi yustisi gabungan di wilayah kerjanya masing-masing.

Baca Juga: Penerapan New Normal di Bekasi, Bioskop dan Karaoke Diizinkan Buka

Hal senada juga diungkapkan, Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif. Kata dia, sampai saat ini penerapan yustisi masih menjadi. Namun, terpenting yakni adanya kajian dari setiap klaster di perusahaan. “Tentunya, klaster apapun pasti ada awal. Dimana pasien terpapar, dan siapa saja yang berisiko. Disini yang menjadi titik utama,” tukasnya.

“Jadi, kenapa kita fokus ke tempat jalan utama, karena selain merazia yang tidak memakai masker kita juga sosialisasi agar dilihat masyarakat. Bahwa saat ini, petugas aparat, baik Pol PP dan gabungannya, sedang gencarnya melakukan razia. Sehingga masyarakat bisa ingat terus untuk menggunakan masker. Jadi inti dari yustisi itu, lebih pada persuasif dan humanis. Termasuk kita menyuarakan perbup. Yang di dalamnya adalah sanksi bagi yang tidak menggunakan masker di tempat umum atau saat keluar rumah,” waspada bila protokol kesehatan dilanggar

Red Bekasi PerdanaNews

 

Facebook Comments

PERDANANEWS