by

Negara Dinasti Bukanlah Indonesia Part 2

Negara Dinasti Bukanlah Indonesia Part 2

Dimana ketika itu masyarakat juga bisa mengambil keputusan untuk didalam kelompoknya yang secara langsung dipilih oleh rakyat ataupun perwakilan, yang akan dijalankan. Dengan seperti itu warga masyarakat juga bisa turut serta berpartisipasi memberikan buah ide gagasannya siapapun dia. Kalau kata Abraham Lincoln dari rakyat lalu oleh rakyat dan untuk rakyat. Tetapi apabila dinasti tidak bisa melakukan hal yang demikian.

Apalagi negara kita ini mengikuti mazhab demokrasi yang sudah disepakati bersama sehingga setiap warga negara mempunyai hak sama juga untuk melahirkan, apa yang menjadi keinginannya dalam membangun negeri. Tentu dengan mengikuti peraturan yang berlaku. Jadi kesempatan yang sama juga bisa dirasakan oleh orang lain tidak hanya berputar-putar didalam lingkungan keluarga sehingga sudah bisa dipastikan bahwa putra yang ini, akan menjadi seperti ini.

Tanpa harus melalui proses pemilihan terlebih dahulu. Dengan seperti itu peluang bagi orang lain bisa dipastikan tidak ada dan memang tidak akan ada. Sehingga pilihan sistem demokrasi yang dipilihkan oleh Senior kita sudah tepat dan cocok untuk negeri Indonesia sehingga semua rakyat, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pimpinan daerah. Tentunya yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Oleh dari itu politik dinasti di negara Indonesia tidak ada karena nanti yang akan menentukan adalah pilihan umum, terpilih atau tidaknya. Apabila terpilih menjadi pejabat publik berarti rakyat mempercayainya. Namun demikianpun sebaliknya kalau tidak terpilih harus ikhlas menerimanya. Mau siapapun dia itu dipemilihan umum yang akan menjawabnya jadi tidak perlu risau.

Dan lagipula apabila dinasti adalah kekuasaan yang diwariskan serta siapapun tidak bisa mengganggu gugat hal tersebut karena sudah menjadi ketetapan, sabda raja. Tetapi kalau kekuasaan dalam demokrasi ada pilihan yang dilakukan oleh rakyat dan calonnya juga dari rakyat serta nanti akan memimpin rakyat itu sendiri. Seperti pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) calonnya dari lingkungan itu sendiri dan dan pemilihnya dari lingkungan itu juga, lalu nanti kalau sudah terpilih akan memimpin lingkungan disitu juga.

Jadi sebenarnya kekuasaan dinasti dan kekuasaan dalam demokrasi adalah hal yang berbeda tidak bisa disamakan karena keduanya memang, dua hal berbeda sekali. Yang satu sudah bisa diketahui sejak Sang Putra masih kecil bahwa akan menggantikan Sang Ramanda. Tetapi apabila yang model kedua harus mengikuti pertarungan terlebih dahulu dan itu tidak bisa hanya hayal-hayalan saja ketika menghadapi lawannya, lalu misalnya kalah berarti belum beruntung. Sehingga tidak ada istilah pelanggengan kekuasaan didalam satu keluarga.

Ingat apa yang dikatakan oleh Bung Karno JASMERAH Jangan Melupakan Sejarah. Dengan begitu kita jadi mengetahui silsilah para raja-raja lalu mengetahui bagaimana proses pergantian kekuasaan didalam kerajan tersebut. Oleh sebab dari itu kebebasan demokrasi bukan hanya menyatakan pendapat saja dalam melahirkan suatu pandangan yang tentunya dilandasi keinginan agar ada berubahan, tidak seperti ini saja ataupun tidak seperti itu saja. Tetapi setiap warga negara juga memiliki hak yang sama dengan warga negara, yang lain. Selama tidak melanggar hukum yang ada. Negara Dinasti Bukanlah Indonesia

Download Aplikasi Perdana News Klik Disini

Facebook Comments

PERDANANEWS